61

Domain '.ID' saat ini sudah bisa digunakan (anything.ID)

Bagi masyarakat Indonesia, saat ini penamaan domain bertambah satu lagi dengan dibukanya satu Domain Tingkat Tinggi (DTT), yaitu .ID yang dikenal dengan ‘anything.ID‘. Sebelumnya kita hanya mengenal sebelas nama Domain Tingkat Dua (DTD), yaitu : co.id, biz.id, web.id, my.id, or.id, sch.id, ac.id, desa.id, net.id, go.id, dan mil id. Bagaimana syarat dan ketentuan mendapatkan domain .ID ini? Ikuti saja ulasan singkatnya berikut.

Dengan dibukanya domain .ID ini, maka masyarakat Indonesia bisa membuat web dengan nama dan langsung diikuti .id, misalnya: namakita.id, budi.id, ada.id, belanja.id, ebsoft.id dan sebagainya. Tentu ini merupakan kabar yang baik, karena nama domain bisa lebih singkat dan domain kita juga bisa lebih “mendunia”, karena sebagian besar negara lain juga sudah mempunyai DTT sendiri, seperti .US, .SG, .JP, .IN dan sebagainya.

anything-id

Tetapi sebelum domain .ID ini tersedia untuk umum  (publik) seperti domain-domain lainnya, ada diadakan tiga tahapan, yaitu :

  1. Periode Sunrise. Periode ini terbuka bagi semua pemegang merek yang terdaftar pada Ditjen HaKI Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dan berlangsung pada 20 Januari – 17 April 2014.
  2. Periode Grandfather, Periode ini terbuka bagi semua pemegang domain tingkat dua (DTD) .id yang sudah terdaftar sebelumnya, yang berlangsung pada 21 April – 13 Juni 2014.
  3. Periode Landrush, Periode ini terbuka bagi semua warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan ketentuan penggunaan nama domain, yang berlangsung pada 16 Juni – 15 Agustus 2014.

Setelah periode Lundrush, yaitu mulai 17 Agustus 2014. ‘anything.id’ akan memasuki tahap General Availability atau tersedia bagi siapa saja seperti domain-domain lainnya. Kemudian yang lebih penting, berapa harga untuk bisa mendapatkan domain .ID tersebut?

Diluar berita gembira (baik) karena sudah dibukanya domain .ID ini, disini mungkin berita ‘buruk’ (kurang enak)-nya.  Karena Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), memang menyasar domain ID untuk kalangan industri/pemilik merk/brand, maka harganya pun jauh diatas harga nama domain lainnya.

Untuk 3 tahap pertama, yaitu periode Sunrise, Grandfather dan Landrush, terdapat biaya administrasi dan biaya akuisisi, diluar biaya rutin tiap tahun. Lebih jelasanya, harga domain .ID dibagi menjadi 4 tahap, secara ringkasnya sebagai berikut :

  1. Untuk Periode Sunrise, biaya administrasi sebesar Rp. 500.000,  biaya akuisisi minimal Rp. 5.000.000 dan biaya per tahun Rp 500.000, sehingga total biaya ketika membeli pertama kali minimal adalah Rp 6.000.000.
  2. Untuk Periode Grandfather, biaya administrasi sebesar Rp. 250.000, biaya akuisisi minimal Rp. 2.500.000 dan biaya per tahun Rp. 500.000, sehingga total biaya ketika membeli pertama kali minimal Rp. 3.250.000.
  3. Untuk Periode Landrush,  biaya administrasi sebesar Rp. 100.000, biaya akuisisi minimal Rp. 1.000.000 dan biaya per tahun Rp. 500.000, sehingga total biaya ketika membeli pertama kali minimal Rp. 1.600.000.
  4. Untuk Periode General Availability, mulai tanggal 17 Agustus 2014, hanya ada biaya rutin per tahun Rp. 500.000

Mengapa ada harga minimal? karena ada istilah pelelangan dan untuk mengantisipasi jika ada lebih dari satu orang/badan yang ingin membeli nama domain yang sama. Salah satu kriteria yang akan diambil adalah siapa yang paling tinggi membayar biaya akuisisi.

Melihat biayanya, sangat jauh dari harga domain lainnya, misalnya web.id yang bisa didapatkan hanya sekitar 50.000 per tahun, .net.id, co.id yang hanya sekitar 100.000 pertahun atau .com, .org yang hanya 100.000 per tahun. Tetapi mungkin bisa dimaklumi, kerena memang sasarannya badan/orang yang sudah mempunyai merk/brand di Indonesia, meskipun ini sangat disayangkan, karena dengan biaya sebesar itu tiap tahun, yang mampu membeli mungkin hanya kalangan tertentu saja.

Informasi lebih lengkapnya bisa mengunjungi website domain.id atau mengunduh dokumentasi atau panduan pendaftaran domain anything id 20140116 r1 (PDF).

61 Comments

  1. Makasih infonya mas. Lebih jelas dr yg dimuat di PANDI. Jadi ngerti sekarang tahapan-tahapannya. Plus biaya-biayanya tentunya. Yg terakhir yg mengejutkan.. Hehe..

  2. Saya sebenarnya tertarik dengan domain .ID, tapi melihat harga yang demikian tinggi sepertinya saya berfikir ulang, lebih baik menggunakan domain dengan harga yang terjangkau 🙂
    Terimakasih

  3. thanks infonya mas Ebta. Itulah monopoli ya mas? Coba yg ngelola lbh dari 1, harga pasti bersaing. Perlu 2nd opini dari YLKI. Sbg perbandingan apa domain DTT negara lain jg “relatif” semahal itu dibanding DTD nya?

    • Bukan TLD .id-nya, Mas. Tapi .web.id. Mungkin karena murahnya, banyak yang menyalahgunakan untuk membuat situs spam. Facebook jadi alergi deh.

  4. Boleh pak nanti dicoba, tapi untuk saat ini masih senang yang gratisan, soalnya masih kuliah. Salam kenal

  5. Menarik untuk didaftarkan walau mahal jika memang dibutuhkan dan bisa mengembangkan usaha bisnis offline maupun online sepertinya tidak menjadi masalah.

  6. Terlalu mahal untuk kantong orang Indonesia pada umumnya. Wajar sih karena lebih diutamakan untuk yang punya usaha.

    Semoga nanti kedepan bisa semurah TLD lain seperti .US

  7. Kenapa di indonesia ini semuanya untuk rakyat jadi di persulit? untuk mendaftarkan domain dg identitas negara sendiri begitu banyak syaratnya. jauh lebih mudah mendaftar dg identitas negara lain.

    • Setuju… Dan selalu bgitu….Terbentur birokrasi.. Huh..

  8. Hadeuugh.. Gak lah… Beli gengsi di Indonesia emang mahal yaa.. Bukan level kalangan bawah.. Hiks ;(

  9. waaah… nyesel barusan kmren saya beli web.id ini virtuarchive.web.id
    tau gitu sabar bentar yak. biar bisa jadi id saja. ga perlu web.id
    hadeee…
    makasih infonya gan.

  10. walah, mahal bener, jadi pupus dah harapan, untuk memakai domain .id untuk blog saya yang ini…

  11. ..karena nama domain bisa lebih singkat dan domain kita juga bisa lebih “mendunia”..
    Lebih mendunia mana dibanding dot com?
    Atau maksud Mas Ebta agar Indonesia lebih dikenal di dunia melalui website kita? 🙂

  12. Indonesia memang selalu membuat sesuatu itu menjadi MAHAL untuk kalangan umum agar hanya kalangan tertentu saja yang bisa membelinya. Sangat disayangkan memang saya rencananya ingin sekali ganti domain http://www.pulautidung.web.id menjadi hanya pulautidung.id 🙂

  13. Wooww lebih mahal dari Com. Biaya setiap tahun bisa 1:5. Perlu dipertimbangkan !

  14. akibat domain negara kita ini premium, wajar pandi membuat harganya semahal itu..
    semoga ke depannya bisa lebih terjangkau lagi 😀

  15. tadinya mau beli domain .id tapi pas lihat harganya selangit saya lebih memilih tidak jadi beli. berharap, semoga Pandi bisa lebih bijak dan mau mengurangi harga domain .id agar bisa menjanggau semua kalangan

  16. Harganya mahal juga ya Mas untuk .ID seandainya murah dan boleh di beli sama siapa saja pasti lebih ok 🙂

  17. kenapa ya jadi mahal??? kepengen punya yang .co padahal,

    domain ID milik indonesia punya tapi mahal, mungkin karena masih baru kali ya, sedangkan web.id juga merangkak naik ^_^. Buka usaha freelance online niatnya sih make .co tapi belum mampu berlangganan yang kepala 3 >_<

    ID untuk perusahaan besar yah sepertinya? ^_^

  18. domain id mahal terus ga bisa register pakai ktp lagi,jadinya meski punya toko online domain .com kita mau pindah ke domain id juga ga bisa.harus perusahaan yang memiliki surat lengkap baru bisa.

  19. wah…. harganya mahal banget…. padahal sepertinya praktis. jadi gampang di inget.. 😀

Comments are closed.